Hukum

Buwas Dimana Pun Tetap Buwas

152

melibatkan unsur TNI dan Polri, jaring mafia beras

Budi Waseso langsung bergerak cepat. Direktur Utama Perum Bulog tak hanya langsung mengurusi masalah ketersediaan pasokan dan harga pangan. Terutama memastikan stok pangan dan stabilisasi harga.

Pria yang kerap diberi julukan Buwas, begitu ia disapa, memiliki cara dengan melibatkan unsur TNI dan Polri. Cara itu, kata dia, adalah dengan menyetok beras di tiap Polsek dan Koramil.

Buwas juga menilai masyarakat akan dipermudah dalam mengakses beras bulog.

Selain itu, untuk mengawasi peredaran beras Bulog dalam penyalurannya, Buwas berencana menerapkan sistem barcode.

“Aman karena tidak bisa dipermainkan, itu. Jadi stabilitas harga bisa terjamin karena mungkin berubah harga itu. Karena dari tangan bulog langsung ke polsek ke koramil untuk diedarkan pada masyarakat dengan standar harga yang sudah kita tentukan,” kata Buwas.

“Setiap penjualan terdeteksi oleh kita. Hari ini misalkan polsek mengeluarkan sekian ratus kilo, kita tahu karena itu tidak bisa dalam jumlah banyak. Orang per orang, karena setiap orang hanya bisa menerima kemasan 5 kg 10 kg,” imbuhnya.

“Nanti stok beras itu ada di Polsek dan koramil. Jadi jelas aman jadi Bulog akan ngedrop beras-beras itu di Polsek dan di koramil, dan sentra-sentra masyarakat itu berada. Jadi tidak ada yang bisa mempermainkan harga,” ujar Buwas.

Buwas akan terus Buwas menjaga stabilnya harga kebutuhan pokok. Artinya, pria yang namanya melejit ketika dirinya menjabat sebagai Kabareskrim Polri pada tahun 2015 lalu dan Kepala BNN ini juga sudah meng-“kandang”kan mafia beras.

Budi Waseso juga menjalin kerja sama yang baik dengan Perpadi khususnya dalam hal pembelian beras petani lewat penggilingan.

Majalah MATRA – cetak (print) klik ini

Konvergensi Majalah MATRA
Redaksi
the authorRedaksi

1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Translate »
Lewat ke baris perkakas