Nasional

Menyimak Nyomak Nyamuk.

Oleh: Dian Andryanto

Menyimak Nyomak Nyamuk.foto: Detak
592

Menyimak Nyomak Nyamuk.

MATRANEWS.id — Saya menyimak sambil nyomak nyamuk, mengunyah, singkong goreng.

Mendengar dan membaca mereka yang terus membicarakan burkumpulnya jutaan orang di sekitar Monas. Memutih.

Usai zuhur, mereka bubar, tertib. Tak ada rusuh. Sampah dikumpulkan. Bersih kenbali. Selesai.

Lantas, mengapa masih ada yang mempertanyakan?

Tentu saja yang beranggapan miring banyak lontarannya.

Tak apa. Sah-sah saja juga.

Tapi, mereka tak mau tahu, jutaan orang dari berbagai daerah datang dengan berbagai cara itu karena apa?

Tak ada kerusuhan yang diakibatkannya karena apa? Selesai dengan tertib tepat waktu karena apa?

Apakah engkau akan memikirkan semuanya karena soal politik? Politik lima tahunan dan berebut kursi saja?

Jika itu yang engkau yakini, itu mengkerdilkan jutaan mereka yang datang dari lorong-lorong itu, berkumpul hingga sulit menghitung jumlahnya.

Aku terus menyimak sambil nyomak nyamuk singkong goreng. Aku tidak ada di sana.

Tapi, aku bisa menangkap suara hati mereka kebanyakan di sana.

Mereka, yang berkumpul dan pulang dengan damai.

Saya harus mengapresiasi ini.

Karena ini yang saya bisa, tanpa prasangka yang tak perlu. Dan ketakutan yang tak bermutu.

Toh, tak ada kekacauan yang ditimbulkannya. Jika sulit mengapresiasi kejadian itu, tak apa pula. Kesal terus saja jadinya.

Singkong goreng habis. Menyimak selesai. Nyomak nyamuk usai. Sudah.

Menyimak Nyomak Nyamuk.
foto: Detak

Menyimak Nyomak Nyamuk.

Menyimak Nyomak Nyamuk.

baca juga: majalah MATRA cetak (print) terbaru — klik ini

Berita Menarik :  Dunia Prihatin Terhadap Penyalahgunaan & Peredaran Gelap Narkotika
Konvergensi Majalah MATRA

Tinggalkan Balasan

Translate »