Jeff Bezos Angkat Suara Soal Resesi

Jeff Bezos Angkat Suara Soal Resesi

“Jika Anda seorang individu yang mempertimbangkan untuk membeli TV layar lebar dengan harga mahal, Anda mungkin ingin menunggu, menyimpan uang Anda, dan melihat apa yang terjadi. Hal yang sama berlaku untuk mobil baru, lemari es, atau apa pun.”

MATRANEWS.id — Isu resesi juga menjadi kekhawatiran bagi tokoh-tokoh penting dunia, terutama para pengusaha. Jeff Bezos adalah salah satu yang memiliki kekhawatiran tinggi.

Dia menyuarakan keresahan dan imbauan kepada masyarakat dalam sebuah wawancara dengan media AS

Guna mengantisipasi penurunan ekonomi, Jeff Bezos, pendiri Amazon, menyarankan masyarakat dan pebisnis untuk menunda pembelian dalam jumlah besar selama musim liburan.

Bezos menyarankan konsumen untuk menjaga keamanan uang mereka dan menghindari pengeluaran yang tidak perlu.

Ketakutan akan resesi membuatnya menyarankan masyarakat untuk menghindari membeli barang-barang mahal seperti mobil, televisi, dan barang konsumtif lainnya.

“Ambil risiko lebih kecil dapat membuat perbedaan untuk bisnis, apalagi jika kita benar-benar mengalami masalah ekonomi global yang serius. Kita perlu memainkan probabilitas,” kata Bezos.

“Jika Anda seorang individu yang mempertimbangkan untuk membeli TV layar lebar dengan harga mahal, Anda mungkin ingin menunggu, menyimpan uang Anda, dan melihat apa yang terjadi. Hal yang sama berlaku untuk mobil baru, lemari es, atau apa pun,” tambahnya.

Dalam wawancara yang sama, pendiri Amazon mengatakan dia akan menyumbangkan sebagian besar kekayaan bersihnya sebesar US$124 miliar untuk amal guna memerangi perubahan iklim dan untuk mendukung orang-orang yang dapat mempersatukan umat manusia.

Isu resesi yang akan datang di tahun depan terus dijadikan pembicaraan publik.
Jeff Bezos Angkat Suara Soal Resesi

Isu Resesi Global 2023

Banyak pihak yang telah mewanti-wanti adanya resesi global di tahun 2023. Hal ini dikemukakan dari analisis maupun studi jangka panjang yang telah dilakukan.

Ditambah kebijakan-kebijakan serempak dari Bank Dunia maupun negara-negara berpengaruh besar. Seperti kebijakan menaikan suku bunga dan kondisi geopolitik yang memanas.

google.com, pub-3471700597902966, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Tinggalkan Balasan