Rabu, Agustus 21, 2019
Hotline Kerjasama-Iklan 0816-1945288 eksekutifmatra@gmail.com
Ekonomi

Kesaksian Kartini Modern Kelahiran Biak

Pilot Pertama dari Tanah Papua

1.55KViews

MATRANEWS.id — Perempuan masa kini yang menginspirasi itu bernama Octaviyanti Blandina Ronsumbre.

Ia kelahiran Biak, 30 Oktober 1988 disebut Kartini modern, bukan lagi soal teori menjunjung tinggi kesamaan hak antara kaum pria dan perempuan.

Anak ketiga dari tiga bersaudara Yakobus Ronsumbre dan Susilowati ini menjadi pelopor kebangkitan perempuan, dalam kaitan wanita pertama dari Papua yang menjadi penerbang di PT Trigana Air.

Sosok dari alumnus siswa penerbang di Nusa Flying Internasional itu berprestasi menjadi penjaga keberagaman Indonesia, bahwa perempuan bebas menjadi apa saja, baik itu ibu rumah tangga, perempuan berkarier, seniman, penulis, dan sebagainya.

Besar dan menempuh pendidikan di SD Negeri 1 Biak hingga SMA Negeri 1 Biak itu juga punya kakak yang menjadi pilot di PT Garuda Indonesia, yakni Yonnas N Ronsumbre.

Bagi Octaviyanti, perempuan harus percaya diri bahwa dirinya bisa jadi apa saja dan bisa melakukan apa saja.

Menurut adik dari Djunaedy Ronsumbre, kesetaraan itu menjadi perempuan Indonesia yang berani untuk melakukan hal-hal yang biasa dilakukan laki-laki.

Zaman sekarang perempuan harus bisa lebih mandiri dan lebih mampu mengembangkan potensi di segala bidang. Perempuan juga bisa melakukan aktivitas yang biasa dilakukan laki-laki.

“Kita mau menjadi orang yang bermakna bagi masyarakat luas ataupun tidak, terserah saja. Saya sangat bersyukur, hidup di zaman dengan kebebasan ini,” demikian pilot pertama dari Papua ini bersaksi.

Octaviyanti Blandina Ronsumbre sangat percaya di era modern sekarang ini bukan lagi ia sekedar memperjuangan kesetaraan hak antara kaum pria dan wanita. Tapi, “Sebaiknya kaum perempuan menginspirasi banyak orang untuk terus berbuat positif.”

baca juga: majalah MATRA edisi cetak — klik ini —


Alumnus siswa penerbang di Nusa Flying Internasional itu berprestasi menjadi penjaga keberagaman Indonesia, bahwa perempuan bebas menjadi apa saja, baik itu ibu rumah tangga, perempuan berkarier, seniman, penulis, dan sebagainya.

Redaksi
the authorRedaksi

Tinggalkan Balasan

Translate »