Kolom  

Kritik Menyelamatkan Kita Dalam Memperjuangkan Indonesia Maju

MATRANEWS.id Kritik Menyelamatkan Kita Dalam Memperjuangkan Indonesia Maju

Oleh: Hariqo Wibawa Satria*

Dalam sejarah Indonesia, Pak Prabowo menjadi pemimpin yang berani mengatakan: semua ibu hamil, balita, pelajar, dan santri akan kita berikan Makan Bergizi Gratis (MBG) setiap hari, lalu seluruh warga tanpa terkecuali harus dapat Cek Kesehatan Gratis (CKG) setiap tahun.

Beliau mau semua rakyatnya tercukupi gizinya dan sehat. Dia mau seluruh rakyatnya punya standar makan yang bergizi serta gaya hidup maju dan modern dengan rutin cek kesehatan.

Gagasan ini telah ia perjuangkan selama 20 tahun, dan kini ia jalankan apa pun risikonya, ia hadapi demi kebahagiaan rakyatnya.

Tahun 2025 dan 2026 ini kita sedang membangun fondasi Indonesia Maju.

Kritik keras itu sangat bagus untuk memperkuat fondasi Indonesia Maju, itu adalah bentuk kecintaan warga pada negaranya. “Kritik itu menyelamatkan kita,” tegas Pak Prabowo.

Negara lain butuh puluhan tahun untuk membangun sistem MBG.

Sebanyak 107 negara sudah memiliki kebijakan nasional terkait pemberian makan di sekolah. Jumlah ini meningkat hampir dua kali lipat sejak tahun 2020.

Bangsa kita kini bergerak lebih cepat. Berkat kerja keras semua pihak dan kritik dari masyarakat, MBG kita telah menjangkau 60 juta lebih penerima manfaat, menyerap 975.411 tenaga kerja baru, melibatkan 68.551 UMKM, serta meringankan beban ekonomi jutaan keluarga Indonesia.

Di era MBG ini juga, 70 juta orang Indonesia sudah merasakan manfaat Cek Kesehatan Gratis pada tahun 2025.

Belum pernah terjadi dalam sejarah Indonesia jumlah peserta pemeriksaan kesehatan preventif sebanyak yang dicapai pada tahun 2025. Untuk tahun 2026, targetnya adalah 136 juta rakyat mendapatkan Cek Kesehatan Gratis.

Biaya cek kesehatan tersebut berkisar antara Rp655.000 hingga Rp1.130.000, bahkan lebih.

Sekarang, layanan tersebut gratis untuk seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali. Ini adalah rekor terbesar dalam sistem kesehatan di Indonesia.

Ini prestasi seluruh rakyat Indonesia. Kritik warga adalah bentuk keterlibatan dalam perbaikan, dan itu sangaerjuangt diperlukan.

Terima kasih kami haturkan. Salam Indonesia bergerak maju.

*Hariqo Wibawa Satria, Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah RI