Hukum

Mahfud MD: “Yang Dulu Galak Menjatuhkan Pak Harto karena KKN, Sekarang Jadi Koruptor atau Pendukungnya.”.

Mahfud MD: "Yang Dulu Galak Menjatuhkan Pak Harto karena KKN, Sekarang Jadi Koruptor atau Pendukungnya.".

Pernyataan menyindir dalam akun Twitter pribadi milik Mantan Ketua Mahkamah konstitusi (MK), Mahfud MD menjadi viral.

Hal ini menanggapi keadaan politik Indonesia dewasa ini. Jelas terlihat, banyak orang yang dulunya keras atau galak menjatuhkan rezim Presiden Soeharto, sekarang malah menjadi koruptor atau pendukungnya.

“Ternyata, banyak yang dulu galak menjatuhkan Pak Harto karena KKN, sekarang jadi koruptor atau pendukungnya. Gila, reformasi diartikan gantian korupsi,” cuit Mahfud lewat akun Twitter pribadinya @mohmahfudmd.

Inilah yang kemudian dikutip banyak media.

Bagi Mahfud MD, hal ini merupakan hal yang gila, pasalnya seolah reformasi itu diartikan sebagai aplusan atau gantian dalam melakukan praktik korupsi.

Walaupun tidak menyebutkan nama maupun inisial secara lengkap, akan tetapi sepertinya sudah ketahuan ditujukan kepada siapa-siapa saja sindiran itu. Benar, tidak lain adalah mantan aktivis-aktivis reformasi 1998 yang menjatuhkan rezim Soeharto karena diduga melakukan praktik Korupsi, Kolusi dan nepotisme atau KKN.

Kembali Mahfud mengatakan banyak orang yang dulu galak menjatuhkan Soeharto dari kursi presiden malah menjadi koruptor atau pendukungnya.

Menurut Mahfud, hal tersebut merupakan hal gila. Sebab, lanjut mantan Ketua MK itu, reformasi diartikan sebagai gantian melakukan korupsi.

“Koruptor adalah drakula negara, darah negara dihisap oleh koruptor secara sangat mengerikan. Negara bisa mati kehabisan darah. Ayo, babat koruptor,” kata Mahfud.

Oleh karena itu, Guru Besar Hukum Tata Negara tersebut pun menegaskan bahwa koruptor yang ia samakan dengan drakula itu selain berbahaya untuk negara juga menjijikkan.

Berita Menarik :  TNI-Polri Terpapar Radikalisme = Terpapar Narkoba?

“Zaman memang sudah berubah tapi nilai moral dan hukum tak pernah berubah bahwa koruptor itu menjijikkan dan membahayakan seperti drakula negara,” kata Mahfud.

Mahfud pun heran, jika dulu orang dicap mencuri pensil saja sudah malu bukan kepalang. Namun kini, orang dengan cap koruptor justru berdiri paling depan ingin mendapat jabatan publik.

Konvergensi Majalah MATRA
Redaksi
the authorRedaksi