EkonomiInternasional

Meikarta Di Tengah Rumors

411Views

Meikarta tercatat paling boros menggelontorkan biaya iklan di Indonesia, dengan nilai lebih dari Rp 1,5 triliun.

Ramai diberitakan, PT Mahkota Sentosa Utama, anak usaha Lippo Group yang menggarap megaproyek Meikarta tersandung kasus hukum di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. Mahkota Sentosa harus menghadapi permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

Mengutip dari laman Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Jakarta Pusat & Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, Rabu (30/5), pihak yang memohonkan PKPU Mahkota Sentosa adalah PT Relys Trans Logistic dan PT Imperia Cipta Kreasi.

Permohonan PKPU itu terdaftar sejak Kamis (24/5) dengan nomor perkara 68/Pdt.Sus-PKPU/2018/PN Jkt.Pst. Sejauh ini, pihak Pengadilan belum menetapkan jadwal persidangan perdana PKPU ini digelar.

Sejumlah media massa nasional, beberapa waktu lalu, memasang iklan besar-besaran penjualan apartemen di kota Meikarta. Begitu juga jika berkunjung ke mal-mal yang dimiliki oleh Lippo Group, kita akan mendapati counter penjualan kota Meikarta.

Promosi kota yang akan dibangun oleh kelompok usaha milik taipan James Riady itu sangat gencar. Di harian Kompas mereka memasang iklan display dua halaman berwarna. Sementara di harian Media Indonesia (22/5) bahkan sampai lima halaman berwarna.

Desain, visual dan promosi yang dijanjikan sangat menarik. Inilah sebuah kota di Cikarang, Bekasi, kawasan yang tengah berkembang pesat dan dijanjikan akan menjadi kota paling modern, terindah dengan infrastruktur terlengkap di Asia Tenggara.

Bukan hanya itu yang dijanjikan oleh Lippo. Kawasan seluas 500 hektar itu juga terhubung dengan berbagai moda transportasi yang kini tengah dibangun pemerintah, antara lain kereta api cepat Jakarta-Bandung. Pembangunan Patimban Deep Seaport, pembangunan bandara internasional Kertajati, dan pembangunan jalan tol Jakarta-Cikampek Elevated Higway.

Lippo Group memasarkan “kota baru” di Provinsi Jabar, ramai karena disebut belum mempunyai izin. Dalam tata ruang provinsi, “kota’ tersebut juga tidak ada dalam perencanaan.

Pemprov Jabar mempunyai rencana tata ruang berupa pembangunan kota Metropolitan Bogor-Depok-Bekasi-Karawang dan Purwakarta (Bodebekarpur) untuk mengimbangi pertumbuhan Jakarta. Berada pinggiran paling Timur Kabupaten Bekasi. Sebuah proyek raksasa senilai Rp 278 triliun.

Lippo Group menyebutkan persiapan kota Meikarta sudah dimulai sejak 2014. Pada tahap pertama lahan yang akan dibangun seluas 22 juta m2 untuk perumahan sebanyak 250 ribu unit dan dapat menampung 1 juta jiwa. Diharapkan Desember 2018 sudah siap huni.

Harga tanah di kawasan Meikarta dihargai Rp12.5 juta/m2 , atau menurut mereka 50 persen lebih rendah harga di koridor Bekasi-Cikarang yang sudah mencapai Rp 18-20 juta/m2. Harga ini jauh lebih tinggi dan berlipat dibandingkan dengan beberapa lokasi di Kota Bandung.

Pembangunan fisik sudah mulai dilakukan sejak Januari 2016, dengan membangun sekaligus 100 gedung pencakar langit dengan tinggi masing-masing 35-46 lantai. Munculnya kota Meikarta, kabarnya, diambil dari nama ibu James Riady bernama Mei. Harus diakui, Meikarta jika berhasil akan menjadi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru, tak hanya untuk Jakarta dan sekitarnya tapi bahkan Indonesia.

Di dalam negeri, 130 ribu orang telah tercatat sebagai pembeli meski baru lima bulan ditawarkan. Proyek yang digarap Lippo Group ini juga merupakan pemukiman terbesar di Indonesia.

Lippo Group sendiri yang merupakan perusahaan properti terbesar di Indonesia sendiri telah 67 tahun malang-melintang di bidang properti. Bagi mereka, Meikarta adalah langkah lanjutan dari rangkaian pengalamannya membangun kota mandiri.

Kecuali ukuran dan daya tampungnya yang lebih besar, Meikarta pada dasarnya tak jauh berbeda dengan kota mandiri Lippo Village Karawaci, yang terletak 30 kilometer di barat Jakarta. Di sana, Lippo tak hanya membangun hunian tapi juga memenuhi kebutuhan penduduk lewat berbagai fasilitas.

Di kedua kota mandiri tersebut, terdapat berbagai sarana pendidikan dari prasekolah sampai unversitas, rumah sakit, pusat perdagangan kuliner, hotel, dan tempar rekreasi. Di Meikarta bahkan ada Industrial Research Center untuk membantu mereka yang berkepentingan dan berminat pada riset untuk pengembangan produk, manajemen, perluasan pasar dan lain sebagainya.

Kemiripan lainnya adalah lokasi keduanya yang berada di tepi jalan tol. Lippo Karawaci berada di tepi tol yang menghubungkan Jakarta dengan kota industri Cilegon dan jalan lintas Sumatra.

Mengingat lokasinya di daerah yang sedang berkembang pesat di bidang industri manufaktur, Meikarta juga dirancang untuk tumbuh sebagai sebuah pusat perekonomian modern yang efisien. Sebuah perekonomian berbasis industri dan perdagangan nasional maupun internasional.

“Meikarta adalah upaya kami untuk menyediakan hunian dengan harga terjangkau yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas dengan kualitas terbaik yang ditujukan bagi semua lapisan masyarakat,” tutur James Riady kepada majalah eksekutif.

Sementara itu berkembang rumors, Relys Trans Logistic dan Imperia menuntut agar pengadilan menetapkan Mahkota Sentosa dalam keadaan PKPU dengan segala akibatnya.
Selain itu, meminta mengangkat enam pengurus PKPU sekaligus. Mereka adalah Fadlin Avisena Nasution, Irfan Nadira Nasution, Muhammad lazuardi Hasibuan, Fajar Romy Gumilar, Andry Abdillah, dan Mulyadi.

Imperia Cipta Kreasi merupakan perusahaan advertising agency yang menjual jasa aktivasi merek (brand activation).

Upaya PKPU diajukan terkait pembayaran biaya iklan Meikarta yang mandek. Sebagai catatan, dalam riset Nielsen pada 2017, Meikarta tercatat paling boros menggelontorkan biaya iklan di Indonesia, dengan nilai lebih dari Rp 1,5 triliun.

Menanggapi permohonan PKPU itu, PT Mahkota Sentosa Utama berencana mengajukan gugatan balik. “Iya nanti bisa menggugat balik, dong,” kata Juru Bicara Grup Lippo Danang Kemayan Jati. Saat ini, kata Danang, pihak Mahkota Sentosa tengah melakukan audit atas tagihan-tagihan para vendor dalam pembangunan Meikarta. Termasuk kepada kedua pemohon PKPU tersebut.

Sebab, Danang bilang, pihak Mahkota Sentosa sejatinya belum menerima bukti-bukti tagihan dari Relys dan Imperia. “Kami akan tetap akan membayar berdasarkan bukti-bukti pembayaran yang resmi. Sayangnya, sampai saat ini dokumen-dokumen tersebut masih belum lengkap diterima,” ujarnya

Menanggapi isu tersebut, CEO Lippo Group James Riady dengan tegas membantahnya. Menurut James, dari awal proyek ini digulirkan, kepemilikan Lippo sebesar 50%. “Dari awal memang bukan 100% Lippo. Jadi, yang dikatakan, sekarang menjual, itu kan hoax semua. Apakah kita memiliki 100% Meikarta? Tidak,” ujarnya.

Dia juga menjelaskan, saat ini pihaknya sedang membangun 92 tower apartemen di atas lahan seluas 84 hektare dari total 500 hektare yang merupakan pengembangan tahap pertama dari kota baru Meikarta. Dari 92 tower tersebut, ia optimistis sebanyak 18 tower akan diserahterimakan kepada pembeli pada Desember 2018 atau Februari 2019.
“Barangnya itu serah terima, bukan topping off ya, tetapi serah terima, itu lagi diupayakan,” ujarnya meyakinkan.

James menjelaskan, Meikarta adalah kota baru ke-9 yang dikembangkan Lippo. James yakin, pembangunan Meikarta sebagai sebuah kawasan kota baru akan terwujud seperti halnya delapan kota baru lainnya yang sudah dibangun. Memang diakuinya, pembangunanya membutuhkan waktu yang lama yaitu 10 hingga 15 tahun karena harus membangun berbagai infrastruktur pendukung. “Meikarta itu sudah pasti terwujud, seperti delapan kota lainnya,” katanya yakin.

baca juga: Majalah MATRA edisi cetak (print) terbaru – klik ini

Redaksi
the authorRedaksi

Tinggalkan Balasan

Translate »