Rilis  

Ratusan Alumni Farmasi Unand Kumpul di Pekanbaru, Gelar Mubes VI IKA

MatraNews.id — Ada pertemuan yang sekadar mengumpulkan orang dalam satu ruangan. Dan ada pertemuan yang mengumpulkan perjalanan — jejak karier, pengalaman, serta harapan yang pernah tumbuh dari satu almamater yang sama. Temu Alumni Farmasi (TAF) Universitas Andalas 2026 termasuk yang kedua.

Digelar di Hotel Mutiara Merdeka, Pekanbaru, Sabtu (22/8/2026), kegiatan ini mengusung tema “Basobok Mangko Ka Sero, Bakumpua Maulang Carito” — sebuah ajakan untuk kembali duduk bersama, merajut cerita yang sempat terjeda oleh jarak dan waktu. Di baliknya, tersimpan pesan yang lebih dalam: bahwa alumni bukan status yang berhenti di hari wisuda, melainkan identitas yang terus hidup selama ikatan itu dirawat.

Ketika Pemerintah Turut Merawat Silaturahmi

Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, hadir membuka kegiatan ini secara resmi — bukan sekadar seremoni protokoler, tapi bentuk pengakuan bahwa forum semacam ini punya nilai yang melampaui nostalgia.

Menurutnya, pertemuan alumni dari berbagai daerah membuka ruang kolaborasi yang bisa memberi kontribusi nyata bagi masyarakat. Pemerintah Kota bahkan turut menghadirkan kue talam durian dan roti jala khas Melayu bagi para tamu — sebuah cara sederhana untuk mengatakan: rumah ini terbuka, dan tradisi ini layak dikenalkan kembali kepada mereka yang datang dari jauh.

Dari Registrasi Pagi ke Panggung Cerita

Rangkaian acara dimulai sejak pukul 09.00 WIB dengan registrasi peserta, sebelum jeda istirahat, salat, dan makan siang. Namun agenda sesungguhnya baru menemukan denyutnya usai pembukaan pukul 13.00 WIB, saat sharing session dalam format talkshow panel digelar pukul 13.30–15.00 WIB.

Di sinilah alumni lintas angkatan saling menyerahkan mikrofon — bukan hanya untuk bercerita, tapi untuk mewariskan. Pengalaman karier, pasang surut dunia kefarmasian, hingga pelajaran yang tak pernah diajarkan di bangku kuliah, semuanya mengalir dalam satu forum yang sama.

Fun game kemudian mencairkan jarak formal itu. Tawa yang pecah di sela permainan menjadi pengingat sederhana: bahwa di balik gelar dan jabatan, ada manusia yang dulu pernah duduk di ruang kuliah yang sama, menghadapi ujian yang sama, dan kini bertemu kembali sebagai keluarga besar.

Mubes: Ketika Kebersamaan Butuh Arah

Usai salat Ashar, forum berganti nada. Musyawarah Besar (Mubes) VI IKA Farmasi Universitas Andalas digelar — bukan sekadar agenda administratif, melainkan ruang bagi alumni untuk memastikan bahwa ikatan yang telah terjalin siang itu punya keberlanjutan yang jelas.

Sebab silaturahmi tanpa arah organisasi hanya akan berhenti sebagai kenangan satu malam. Mubes menjadi jembatan yang mengubah kehangatan pertemuan menjadi komitmen jangka panjang.

Malam Apresiasi: Ketika Perjalanan Diberi Panggung

Malam puncak menghadirkan Farmasi Awards — penghargaan dalam empat kategori yang menjadi bentuk pengakuan atas perjalanan dan kontribusi para alumni. Bukan sekadar piala, penghargaan ini adalah cara komunitas mengatakan: kami melihat perjuangan kalian, dan itu berarti.

Doorprize dan sesi foto bersama menyusul, mengabadikan momen yang mungkin tak akan terulang dalam formasi yang sama. Hiburan KIM menutup malam hingga pukul 22.00 WIB, menyisakan energi kebersamaan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata biasa.

Dress code turut menjadi bahasa nonverbal dari semangat itu. Siang hari, seragam hitam-putih casual menyatukan semua angkatan dalam satu identitas. Malam hari, setiap angkatan tampil dengan busana masing-masing — sebuah kompetisi kreativitas yang berhadiah jutaan rupiah, namun sejatinya lebih dari itu: pengingat bahwa perbedaan angkatan bukan sekat, melainkan warna yang memperkaya satu keluarga besar.

Ketika Keragaman Menjadi Kekuatan

Alumni Farmasi Universitas Andalas hari ini tersebar dalam beragam profesi dan bidang pengabdian. Dan justru di titik itulah nilai sesungguhnya dari TAF 2026 ditemukan — bukan pada keseragaman, melainkan pada keberagaman yang saling melengkapi.

Sebab jejaring yang kuat tidak lahir dari orang-orang yang sama, tapi dari orang-orang berbeda yang memilih untuk tetap terhubung. Dan dari sanalah kolaborasi lahir: gagasan baru, kerja sama lintas bidang, dan kontribusi yang lebih luas bagi dunia kefarmasian maupun masyarakat.

Semangat “Silaturahmi Abadi, Farmasi Bersinergi” pun bukan sekadar tagline acara. Ia adalah janji — bahwa ikatan ini tidak berhenti ketika lampu panggung padam dan tamu pulang ke daerah masing-masing.

Almamater yang Tak Pernah Benar-Benar Ditinggalkan

TAF 2026 mengingatkan satu hal sederhana: perjalanan alumni setelah meninggalkan kampus tidak pernah benar-benar memutus hubungan dengan almamater. Justru sebaliknya — rasa memiliki itu tumbuh menjadi kekuatan untuk terus membangun jejaring dan memberi kontribusi nyata.

Seperti yang tergema dalam pesan penutup kegiatan ini:

“Bersama, Maju, Berarti.”

Sebuah kalimat pendek, namun menyimpan gagasan besar — bahwa kemajuan yang sesungguhnya tidak pernah dicapai sendirian, melainkan dirawat bersama, dari satu temu alumni ke temu alumni berikutnya. (Adv)*