Rilis Film Ir H Djuanda Pemersatu Laut Indonesia dihadiri Ragam Tokoh

MATRANEWS.id — Film “Ir H Djuanda Pemersatu Laut Indonesia”

Pada hari yang penuh makna ini, tokoh-tokoh penting dari berbagai latar belakang hadir dalam sebuah acara istimewa untuk merayakan rilis film yang sangat dinantikan, “Ir H Djuanda Pemersatu Laut Indonesia”.

Acara ini dihadiri oleh banyak tokoh dari berbagai lembaga dan instansi yang telah berkontribusi dalam menghadirkan kisah inspiratif ini ke layar lebar.

Tidak kurang dari Ismeth Wibowo, cucu tertua dari tokoh nasional Ir. H. Djuanda, yang datang khusus bersama Shahandra Hanityo, yang mewakili keluarga besar. Keluarga besarnya sangat bangga atas penghormatan yang diberikan kepada kakek mereka melalui film ini.

Acara ini juga diramaikan oleh kehadiran tokoh-tokoh ternama seperti Era dan Aditya dari Mixpro, Asep Irwan dari CJ Cinemas/CJ CGV Indonesia, serta Direktur Antonius Widodo Mulyono dan perwakilan BCA, Kepala KCU BCA Yogyakarta Dovi Kurniawan, Hanum dari Institusi Relationship, dan Riry dari CSR.

Para tokoh ini adalah contoh nyata kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan karya besar ini.

Tak hanya itu, juga hadir para tokoh dari PP Muhammadiyah, termasuk Ketua LSB Prof. Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, Ketua Bidang Pendidikan Kebudayaan dan Olahraga Prof. Irwan Akib, Sukriyanto AR, dan Dr. Nurul Yamin Ketua Majelis Pemberdayaan Umat. Kehadiran mereka menegaskan pentingnya nilai-nilai yang diwariskan oleh Ir. H. Djuanda dalam konteks perjuangan dan kepemimpinan.

Film ini merupakan hasil kerjasama luar biasa antara Lembaga Seni Budaya (LSB) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, BCA, dan Mixpro. Produksi film ini bukan hanya sekadar dokumentasi sejarah, tetapi juga merupakan bentuk nyata pengabdian untuk melestarikan nilai-nilai kebangsaan.

“Ir H Djuanda Pemersatu Laut Indonesia” mengangkat sosok luar biasa Ir. H. Djuanda Kartawidjaja, seorang pemimpin dan pejuang sejati yang tidak hanya berkontribusi dalam mengamankan kedaulatan negara, tetapi juga mewariskan nilai-nilai kepemimpinan, moderasi, dan kewilayahan yang mempersatukan Indonesia.

Sutradara Ery Isnanto dan produser Andika Prabhangkara telah dengan cermat menyajikan perjalanan hidup dan peran besar Ir. H. Djuanda dalam sejarah Indonesia.

Dalam proses produksi, teknologi canggih seperti gabungan unreal engine dan Dolby Atmos digunakan untuk memberikan pengalaman visual dan audio yang mendalam kepada penonton.

Film ini akan ditayangkan di layar lebar CGV dan Pop Up Cinema yang dimiliki oleh Muhammadiyah, serta disebarkan ke seluruh Indonesia melalui sistem jemput bola.

Tujuan utamanya adalah memastikan pesan dan nilai-nilai penting dari tokoh nasional ini dapat diakses oleh semua kalangan, terutama generasi muda yang merupakan penerus bangsa.

Sebagai contoh kolaborasi yang mengesankan dalam menjaga dan menyebarkan nilai-nilai kebangsaan, film ini berupaya tidak hanya mengingatkan kita akan pentingnya masa lalu, tetapi juga menginspirasi kita untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Kita semua diundang untuk menonton film “Ir H Djuanda Pemersatu Laut Indonesia” dan mengambil hikmah serta inspirasi dari perjalanan luar biasa seorang pemimpin dan pejuang sejati, Ir. H. Djuanda Kartawidjaja.

Seperti diketahui, sosok Ir Djuanda merupakan kader Muhammadiyah dari Jawa Barat. Djuanda merupakan contoh nyata seorang Muhammadiyah sejati. Sosok yang dekat dengan pendidikan juga.

Agama dalam membantu setiap proses pembangunan bangsa, baik dalam mengatasi konflik, membuat tata aturan negara, sampai dengan cara bersikap pada penjajah sekalipun. Dan nilai itulah yang diajarkan Kyai Haji Ahmad Dahlan dalam Muhammadiyah.

Karena kepiawaian Ir Djunda inilah, yang menjadikan teritorial Indonesia terintegrasi meski terpisah laut sampai sekarang ini.

Nama Ir. H. Djuanda diabadikan sebagai nama Bandar Udara Internasional Surabaya, Waduk Serbaguna di Jatiluhur Purwakarta dan Taman Hutan Raya di Bandung serta Universitas Djuanda di Bogor dll.

Ir. Djuanda pernah menjabat sebagai Menteri Perhubungan, Menteri Keuangan, Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Pertahanan, Direktur Biro Perancang Negara ( cikal bakal Kementerian PPN/ Bappenas), Kepala Jawatan Kereta Api Indonesia yang pertama.

Djuanda adalah orang terpenting ketiga setelah dwi tunggal Soekarno-Hatta. Ini terbukti dengan tercetaknya sosok Djuanda di lembaran uang 50 ribu rupiah, sedangkan Soekarno Hatta dalam lembar 100 ribu rupiah.

Ia memiliki peran sangat besar untuk negeri mulai sejak masih dalam jajahan Belanda, pendudukan Jepang, kedatangan NICA, sampai dengan akhirnya kedaulatan Indonesia sepenuhnya didapatkan dan terus berbenah di masa-masa awal kemerdekaan.

Djuanda adalah seorang insinyur, sosoknya pendiam. Catatan terbesar jasanya dalam sejarah Indonesia adalah Deklarasi Djuanda.

Selama masa menjabat Perdana Menteri/ Menteri Pertama Ir. H. Djuanda beberapa kali ditunjuk Presiden Soekarno sebagai Pejabat Presiden bila beliau berkunjung ke luar neger

Sebuah konsepsi kesatuan kewilayahan nasional yang bukan saja suatu kesatuan antara darat dan laut, tapi juga mencakup suatu kesatuan dengan wilayah udara di atasnya dan seluruh kekayaan alam yang terkandung dalam bumi Indonesia.

Deklarasi Djuanda merupakan salah satu dari tiga tiang utama kesatuan negara dan bangsa Indonesia, yaitu Kesatuan Kejiwaan yang dinyatakan dalam Sumpah Pemuda 1928, Kesatuan Kenegaraan dalam NKRI yang diproklamasikan oleh Soekarno-Hatta 1945, dan Kesatuan Kewilayahan (darat, laut udara dan kekayaan alam) yang dideklarasikan oleh Beliau Djuanda pada tahun 1957.

Begitu pentingnya sosok Djuanda pada bumi Indonesia, adalah alasan utama untuk mengangkat sosok beliau dalam sebuah karya film. Sepak terjang Djuanda harus diketahui seluruh masyarakat Indonesia khsusnya bahkan dunia.

Bagi generasi muda, film ini nantinya tidak hanya memberikan pengetahuan tentang sejarah biografi Djuanda namun juga dapat mengambil hikmah yang kemudian bisa diterapkan pada diri masing masing.

Tahu bagaimana berperan serta dalam membangun negeri dengan kapasitas dan kemampuan diri. Karena itulah yang diajarkan oleh sosok Djuanda.

Menjadi bermanfaat, menjadi pahlawan, tidak berarti harus dalam wujud mengangkat senjata atau sesuatu yang bersifat konfrontatif. Membangun bangsa bisa dilakukan dari meja dan bangku masing masing, selama dilakukan dengan niat dan tujuan yang fokus.

Selain pada sosok kepahlawanan, sisi lain dari Djuanda yang akan disampaikan dalam film ini adalah menunjukkan contoh nyata seorang muslim yang berpikiran maju, modern, terbuka (moderat).

Film ini bertujuan untuk mengenalkan lebih dekat sosok Djuanda Kartawidjaja dan peran besar yang dimainkannya dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Djuanda Kartawidjaja, memiliki peran yang sangat penting dalam sejarah Indonesia. Ia memiliki rekam jejak sebagai menteri sebanyak 17 kali, yang telah berkontribusi dalam mengamankan kedaulatan Indonesia dari masa penjajahan hingga masa kemerdekaan.

Film ini juga akan menggambarkan sisi lain dari Djuanda, sebagai seorang muslim yang berpikiran maju dan moderat, namun tetap taat pada agamanya. Pesan dan nilai-nilai positif yang ingin disampaikan melalui film ini diharapkan dapat menginspirasi generasi muda Indonesia.

Tinggalkan Balasan