
“Ini pernah saya sampaikan tahun 2017 pada Dialog Nasional di Museum Sasmitaloka di Yogjakarta.
Negeri ini sejatinya dibangun atas kehendak kita bersama.
Tidak ada yang paling berjasa di Negeri ini.
Kita semua sama. Kita semua pemilik sah Negeri ini. Mari kita jaga bersama.”

Sasmitaloka Panglima Besar Soedirman: Rumah Ingatan, Rumah Kebersamaan
Yogyakarta menyimpan banyak ruang sunyi yang sesungguhnya berbicara lantang. Salah satunya adalah Museum Sasmitaloka Panglima Besar Jenderal Soedirman.
Di rumah bersejarah inilah, jejak pengabdian seorang panglima rakyat tak pernah padam, meski zaman terus melaju.
Saya masih ingat, pada sebuah Dialog Nasional di tahun 2017, di museum ini saya sampaikan sebuah gagasan sederhana namun mendasar: negeri ini sejatinya dibangun atas kehendak kita bersama.
Sejarah bukan milik satu orang, bukan pula hanya milik segelintir tokoh besar. Memang, kita menghormati dan meneladani Panglima Besar Soedirman sebagai simbol keteguhan dan keberanian.
Di balik setiap langkah beliau, ada ribuan rakyat yang memberi tumpuan: petani yang menyiapkan pangan, ibu-ibu yang menjaga rumah, para santri, para pelajar, hingga rakyat kecil yang rela berkorban tanpa nama.
Itulah pesan yang selalu terasa kuat saat kita memasuki ruang-ruang di Sasmitaloka: tidak ada yang paling berjasa di negeri ini, karena kita semua adalah pemilik sah negeri ini.
Museum bukan sekadar ruang arsip benda mati. Ia adalah cermin yang mengingatkan kita bahwa kemerdekaan dan kebangsaan lahir dari gotong royong.
Sama seperti rumah sederhana ini yang pernah menjadi tempat tinggal sang Panglima, negara ini pun berdiri bukan karena kuasa satu tokoh, melainkan dari daya juang seluruh rakyat yang percaya pada kemerdekaan.
Kini, tugas kita bukan lagi memanggul senjata, melainkan memanggul tanggung jawab menjaga negeri ini bersama-sama.
Dari menjaga toleransi, merawat keberagaman, hingga menegakkan keadilan sosial—itulah bentuk “perang gerilya” kita hari ini.
Mari kita rawat ingatan, mari kita rawat persaudaraan.
Dan di hadapan arwah besar Jenderal Soedirman, kita berjanji: negeri ini akan tetap kita jaga bersama.








