Satu Lagi RS Modular Covid 19 Dibangun BUMN Pertamina

  • Bagikan

Pertamedika Bangun RS Modular Kapasitas 500 Tempat Tidur untuk Perawatan Covid-19

Di tengah pagebluk covid-19, masyarakat dalam masa darurat dianjurkan diam di rumah. Sementara itu, penanganan wabah virus menyebabkan IGD beberapa rumah sakit penuh.

Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) RS rujukan di sejumlah daerah melonjak. Pasalnya rumah sakit merupakan hilir dalam penanganan pandemi Covid-19.

Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang juga memiliki anak usaha di sektor kesehatan,  Pertamina berusaha untuk berperan dalam membantu negara melalui masa sulit seperti sekarang.

PT Pertamina Bina Medika (Pertamedika) Indonesia Healthcare Corporation (IHC) tengah membangun rumah sakit modular di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat, yang akan difungsikan sebagai tempat perawatan pasien Covid-19.

Direktur Utama Pertamedika IHC Fathema Djan Rachmat mengatakan, RS modular tersebut nantinya memiliki 500 tempat tidur dan ditargetkan rampung dalam waktu empat pekan ke depan.

“Yang akan kita bangun bersama-sama nantinya ini Pak, 500 bed lagi dengan 200 tempat tidur untuk ICU dan 300 isolasi. Diharapkan 500 bed ini selesai dalam empat minggu,” kata Fathema dalam rapat dengan Komisi VI DPR, Selasa (6/7/2021).

Fathema menuturkan, lokasi RS modular yang sedang dibangun itu berada di dekat Mal Taman Anggrek dan menempati lahan milik PT Pertamina.

Proses pembangunan RS modular itu sudah masuk tahap pembersihan area dan pengerasan tanah. Pertamedika IHC juga sudah memesan alat-alat kedokteran yang akan dipasang di sana.

“Empat minggu dari sekarang (selesai), jadi kalau bentuknya itu adalah modular, dia bentuknya tinggal pasang-pasang saja pak,” kata Fathema.

Pembangunan RS modular itu didasari oleh peningkatan kasus positif Covid-19 di wilayah Jakarta dalam beberapa waktu terakhir.

Pertamedika IHC Berfasilitas Sama Dengan RS modular di Kompleks Pertamina Simprug

Konsep  Pertamedika IHC ini, memang akan disesuaikan dengan RS modular di Kompleks Pertamina Simprug yang telah beroperasi sejak Selasa (9/6/2021). Dimana apresisasi masyarakat diberikan karena pasien covid banyak sembuh.

RS modular Simprug dilengkapi negative pressure dan filter HEPA. Artinya, udara yang dilepaskan keluar rumah sakit tetap aman untuk lingkungan.

Tidak hanya itu, di sana juga terdapat ruang bersalin sehingga jika ada ibu hamil positif COVID-19 mau melahirkan, rumah sakit bisa menerima dan dapat menanganinya dengan baik. Bahkan setelah melahirkan, bayinya juga tetap dapat berada dekat dengan ibunya.

Melengkapi dua fasilitas tersebut, RSPP Extention modular ini juga memiliki layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang operasi, ruang laboratorium, radiologi, instalasi Farmasi, instalasi gizi, ruang sentral sterilisasi, ruang laundry, dan ruang pemulasaraan jenazah.

Salah satu keunggulan lain dari RSPP Extension ini yaitu dengan adanya instalasi Hemodialisa (terapi cuci darah) sehingga dapat mempermudah penanganan pasien covid-19 yang juga membutuhkan penanganan cuci darah.

Rumah sakit yang dibangun di lapangan sepak bola seluas 22.700 meter persegi ini memiliki kapasitas 300 bed yang terdiri dari 240 bed non-ICU, 31 bed ICU, 19 bed HCU, dan 10 bed.

Didukung oleh 950 tenaga medis dan paramedis, serta dilengkapi dengan peralatan canggih seperti CT Scan 32/64 slice, CCTV 2 arah dilengkapi dengan unit video endpoint.

Pasien berkomunikasi dengan keluarga secara langsung, hingga central monitor yang disiapkan dalam Command Room.

Tenaga medis di RSPP Extension wajib mengenakan APD (Alat Plindung Diri/hazmat) lengkap ketutup semua, mirip alien. Mereka memantau perkembangan para pasien dan selalu siap siaga 24 jam, meladeni keluhan.

Rumah sakit yang didesain secara modular ini memprioritaskan kebersihan. Juga dijaga agar tetap tenang dengan tujuan agar para pasien yang dirawat bisa beristirahat dengan maksimal.

Para pasien COVID-19 mendapatkan waktu yang cukup untuk isitirahat, makanan bergizi serta asupan vitamin yang dibutuhkan. Karena hingga kini hal itulah yang jadi obat mujarab untuk mengalahkan COVID-19 terutama untuk pasien dengan gajala sedang.

 

  • Bagikan
<

Tinggalkan Balasan