Selasa, September 17, 2019
Hotline Kerjasama-Iklan 0816-1945288 eksekutifmatra@gmail.com
Ekonomi

Bijak di Medsos, Maksudnya Apa?

1.04KViews

MATRANEWS.id — Kehadiran media sosial di tengah kehidupan bermasyarakat banyak membuat perilaku berubah. Benarkah demikian? Jawabnya bisa iya, bisa tidak. Yang pasti, realitasnya begini.

Ada seorang profesional yang nyaman curhat di medsos, atau konglomerat kesal kemudian “memuntahkan unek-unek” di medsos.

Tak jarang, dari kita tidak dapat berpaling dari Facebook, Snapchat atau media sosial lainnya.

Banyak yang tidak dapat menolak godaan untuk mengecek Facebook atau Instagram Anda selama jam kerja, atau merasa gelisah saat tidak dapat mengecek ponsel atau saat tidak ada sinyal.

Dari kehidupan pribadi hingga bisnis. Roda ekonomipun dapat dikendalikan dengan media sosial. Facebook, Twitter, Line, Path, Whatsapp, Telegram, Snapchat, Instagram dan lain sebagainya mempunyai karakter yang berbeda tapi juga punya kesamaan.

Tak ayal, hal ini juga menuntut penggunanya untuk bijak di media sosial.

Yang pasti, publik disuguhi cara menumpahkan kebebasan berekspresi, baik berupa kata, gambar hingga video.

Makin banyak dari para penggemar ataupun pengguna media sosial memanfaatkannya untuk menemukan cara alternatif dalam bekerja di era digital.

Tapi, seperti layaknya mimbar bebas, tak kalah banyaknya yang sekedar menunjukkan eksistensi pribadi, beropini dan bahkan sebagai tempat meledakkan emosi, menunjukkan kekecewaan, kesedihan ataupun kegembiraan tentunya.

Hingga kini memang tak ada aturan baku mengenai cara berperilaku bijak di media sosial.

Para ahli komunikasi maupun pakar digital sekadar memberi panduan-panduan yang merupakan hasil observasi perilaku masyarakat di keseharian dalam bermedia sosial.

Lalu seperti apa etika bermedia sosial?

Berikut adalah beberapa yang dirangkum dari berbagai sumber:

• Biasakanlah saat memposting konten berupa teks, gambar maupun video, dapat menjadi inspirasi sekaligus memotivasi bagi orang lain yang membaca maupun yang melihatnya. Ini bisa menjadi indikator bahwa anda adalah individu yang bijak di media sosial.

• Kegemaran menulis sindiran kepada orang lain yang terlibat masalah dengan Anda, hanya menunjukkan kepada publik akan ketidakmampuan Anda menyelesaikan masalah, bahkan cenderung memperkeruh suasana menyangkut permasalahan yang dihadapi.

• Kebebasan menyampaikan pemikiran maupun tulisan di media sosial bukan berarti semua kehidupan pribadi bisa diumbar. Saringlah hal mana yang bisa diketahui publik dan mana hanya cocok untuk konsumsi pribadi.

• Memposting dalam media sosial dengan konten berkandungan olok-olok, kemarahan, maupun provokasi hanya membuat pihak-pihak terkait tesinggung. Dan ini, sangat tidak baik bagi kehidupan sosial yang tidak sebatas bermedia sosial. Kesalahpahaman kerap terjadi hanya karena kata-kata yang cara menyampaikannya tidak baik dan tidak menghargai orang lain.

• Berhati-hati saat memposting check-in place. Karena seringkali hal ini dapat mengundang kejahatan. Bijaklah saat melakukan hal ini. Pertimbangkan hal-hal pribadi yang sedang Anda alami beserta keluarga saat memposting dimana Anda sedang berada dan bersama siapa.

• Hindari memuat kata-kata maupun konten mengandung unsur SARA, pornografi dan kekerasan sesuai nilai-nilai yang ada. Hal ini memang punya standar berbeda di setiap negara atau bahkan tiap lingkungan sosial dan individu. Tapi tak jarang hal ini sering menimbulkan salah persepsi sekaligus menghasilkan dampak buruk.

• Teliti dalam menyantumkan informasi personal di akun media sosial anda. Tidak harus semua data anda termuat dalam info akun. Batasi seperlunya, dan pertimbangkan keamanan pribadi Anda.

• Silakan beropini dalam media sosial. Tapi perlu diingat, bahwa opini Anda juga ditunjang oleh data dan fakta yang akurat, Sehingga tidak menimbulkan kesesatan bagi yang membacanya.

• Pilihlah konten pribadi Anda mana yang bisa dimuat di media sosial dan mana yang tidak. Koleksi foto maupun video yang bersifat sangat personal, sebaiknya dipertimbangkan lagi apakah layak jika diketahui publik.

• Ketika membagikan ulang berita yang Anda baca, lakukanlah crosscheck terhadap kebenarannya. Jangan sampai Anda justru menjadi bahan olok-olok orang lain karena telah menyampaikan kabar tidak benar.

• Dan tentunya perlu diingat, kehidupan Anda bukan hanya ada di media sosial yang berada di dunia maya, tapi juga dunia nyata.

So, singkat kata, tak sulit untuk bijak di media sosial.* Jika Anda membaca ini sampai habis, Anda memang orang hebat. Salam hebat!

S.S Budi Raharjo MM
Ketua Asosiasi Media Digital Indonesia (Jojomedia Coach)
– 0816-1945-288

baca juga: majalah MATRA edisi cetak — klik ini —

Redaksi
the authorRedaksi

Tinggalkan Balasan

Translate »